SEJARAH DESA SABAN

Ketika dijaman majapahit saban adalah sebuah kadipaten yang dipimpin oleh seorang  Adipati Jenggorongan. Adipati jenggorongan mempunyai istri yang cantik jelita bernama Dewi Sombo yang suka memelihara merpati. Disamping sebagai pengirim pesan merpati juga sudah menjadi kesenengan istri Adipati Jenggorongan. Adipati Jenggorongan mempunyai beberapa hulubalang .Hulubalang adalah jabatan setingkat RT/RW yang memimpin sebuah kampung. Jenggorongan mempunyai beberapa kampung yang dipimpin satu hulubalang. Diantara hulubalang yang dimiliki oleh adipati jenggorogan adalah hulubalang Jagan,hulubalang Sawoan, hulubalang Suruhan,hulubalang Landean. Hulubalang-hulubalang tersebut kini menjadi sebuah nama kampung di desa Saban. Pada suatu hari istri Adipati Jenggorongan Dewi Sombo yang sedang mandi di sendang Jenggorongan menjadi kebingungan ketika mendapati cincin pemberian sang suami telah hilang. Maka murkalah Dewi Sombo hingga didengar oleh Adipati Jenggorongan. Maka dipanggilah semua hulubalang bahwa cincin Dewi Sombo telah dicuri seseorang. Hulubalang-hulubalang langsung mencari tahu siapa yang telah mencuri cicin milik Dewi Sombo. Pada saat itu ada seoarang pengembara jujur, baik hati,dan digdaya yang sering pindah pindah tempat (Sobo/Saba ) bernama Ki Seloweco. Maka dipanggilah Ki Seloweco ke Kadipaten Jenggorongan dan dituduh oleh Dewi Sombo dialah yang telah mencuri cincin kesayangannya. karena Ki Seloweco merasa tidak mencuri maka Ki Seloweco mengatakan dengan jujur bahwa dia tidak mencuri apapun di Kadipaten Jenggorogan. Untuk membuktikan kebenarannya Ki Seloweco berani bertaruh jika dalam satu bulan cincin itu tidak bisa ditemukan maka dia rela dipenjara seumur hidup. Maka Ki Seloweco pun bertapa disebuah batu hitam yang menyererupai ular. Didalam pertapaan tersebut Ki Seloweco sering diganggu oleh ular besar yang konon menurut cerita ular nyi roro kidul. Sudah hampir satu bulan didalam pertapaan Ki Seloweco belum juga menemukan tanda- tanda siapa pelaku yang telah mencuri cincin kesayangan Dewi sombo. Menurut konon cerita di malam terakhir pertapaan datanglah Ratu Kidul bersama pengikutnya untuk memberi tahu bahwa cincin itu telah dimakan oleh merpati kesayangan Dewi Sombo. Maka setelah selesai pertapaannya ki Seloweco datang ke Kadipaten Jenggorongan untuk memberi tahu bahwa yang telah mencuri cincin milik Dewi Sombo adalah merpati kesayangannya yang berwarna putih. Maka ditangkaplah merpati warna putih itu dan disembelihnya. Ketika merpati itu telah dibelah dadanya terlihatlah cincin milik Dewi Sombo. Hati Dewi Sombo pun bahagia karena cincin kesayangannya telah kembali. Namun Dewi Sombo tidak merasa bahwa telah menuduh seseorang tanpa bukti. Setelah kejadian itu Ki seloweco tidak lagi mengembara (Saba/Sobo) dan menetap disebuah gubug kecil yang masih diwilayah jenggorongan. Hingga akhirnya dia meninggal digubug kecil tersebut dan kampung itu di beri nama kampung Seloweco. Konon siapa saja yang berada diwilayah kampung seloweco tidak akan bisa menjadi petinggi atau pegawai pemerintahan. dan pegawai pemerintahan yang berani mengganggu ketentraman dikampung seloweco akan mendapatkan kesialan.

Demikianlah Sedikit cerita tentang sejarah berdirinya desa Saban yang telah banyak mengalami perubahan menjadi sebuah Desa yang pertama kali dipimpin oleh Affandi. setelah meninggalnya kades Affandi diganti oleh Muzer. Setelah Muzer Desa Saban dipimpin oleh seorang Kepala Desa Mashudi yang pertama dipilih oleh Masyarakat Desa Saban secara demokratis. Setelah Mashudi diganti oleh Dardiri kemudian Sudarno kemudian Moh Hasan dan sekarang dipimpin oleh Fahrudin.

 

DEMOGRAFI

Desa Saban Kecamatan Gubug  Kabupaten Grobogan secara Geografis terletak 110  48’ 55,12”ºBT dan terletak di 70   02’ 27,52” ºLS  dan secara topografi desa Saban  dalam katagori daerah  dataran rendah dengan keting ± 50  m dari permukaan laut.  Desa Saban Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan merupakan Desa yang letaknya  jauh dari  Ibu Kota Kecamatan Gubug  ke tenngara berjarak 7 Km, dari Ibu Kota Kabupaten Grobogan berjarak   30  Km  dan dari  Ibu Kota Propinsi berjarak  37  Km,adapun luas Desa Saban sebagai berikut

Luas Wilayah Desa Saban seluas      =          181,160             Terdiri dari :

  • Sawah :    103,280 Ha
  • Tegalan :  0 Ha.
  • Pekarangan :    58,10  Ha
  • Hutan :    –          Ha
  • Lain-lain :     78         Ha.                                                                                                                                                          Batas-batas Wilayah :
  • Sebelah Utara :  Desa Mlilir kecamatan Gubug
  • Sebelah Timur :  Desa Tungu kecamatan Godong
  • Sebelah selatan :  Desa Jeketro kecamatan Gubug
  • Sebelah Barat :  Desa Papanrejo kecamatan Gubug                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Jumlah Penduduk keadaan akhir bulan Desember 2017 adalah : 2555   jiwa terdiri  :
  • Laki-laki      :  1.271 Jiwa
  • Perempuan :  1.284 Jiwa
  • Jumlah KK :     649 KK

Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian petani, buruh tani dengan bercocok tanam tiga musim yaitu padi, Padi   dan   polowijo.Selain sebagai petani adalah sebagai PNS, TNI, POLRI, Wiraswasta, Pedagang, Pengusaha, Pertukangan dll.

Wilayah Desa Saban terdiri dari :

  • Jumlah Dusun :  1
  • Jumlah RW :  2
  • Jumlah RT :  11

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas